Huawei Tidak Lagi Berkembang di Indonesia

Kholid Rafsanjani - 31 Juli 2019 - 21:14
Huawei Tidak Lagi Berkembang di Indonesia
Huawei tidak lagi mengandalkan bisnis penjualan ponsel pintar di Indonesia untuk meningkatkan pendapatannya.

(CCM) — Huawei, raksasa teknologi asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), mengaku bisnis penjualan ponsel pintar atau smartphone buatannya di Indonesia dalam kondisi stagnan.

Vaness Yew, Chief Technical Officer Huawei Indonesia, mengatakan bisnis penjualan ponsel pintar di Indonesia dalam semester pertama tahun ini hanya naik sekitar 2 sampai 3 persen saja. "Karena itu saya katakan flat," jelas Yew seperti dilansir CNN Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa lini bisnis penjualan ponsel pintar di Indonesia hanya berkontribusi di bawah 3 persen, dari total pendapatan usaha Huawei di Indonesia. Padahal di tingkat global, Huawei menjadi perusahaan penjual ponsel terbesar kedua. Hal ini disebabkan oleh tingginya pangsa pasar Huawei di negara asalnya, sebesar 23 persen.

Belakangan ini, Huawei juga telah masuk ke dalam daftar hitam perdagangan yang dibuat oleh Pemerintah Amerika Serikat. Oleh karena itu pihak Huawei tidak dapat memastikan berapa besar pendapatan yang akan diraup pada semester kedua ini di berbagai negara.

Jika melihat pada semester pertama tahun ini, pendapatan Huawei naik 23,2 persen menjadi Rp842 triliun. "Target tahun ini secara keseluruhan, secara minimum flat, tapi kami harap bisa meraih yang lebih baik dari tahun lalu," jelas Yew.

Image: © Tinxi - Shutterstock.com