Developer Menyesal Buat Tombol Retweet

Annelis Putri - 30 Juli 2019 - 16:50
Developer Menyesal Buat Tombol Retweet
Fitur Retweet membuat tweet menjadi viral dan menjadi 'cerita horor mudah menyebar' menurut seorang pengembang.

(CCM) — Pengembang Twitter Chris Wetherell berharap bahwa dirinya dan timnya tidak pernah membuat tombol Retweet, yang telah menjadi bagian penting dari Twitter sejak tahun 2009.

Dalam sebuah laporan BBC baru-baru ini, Wetherell mengatakan bahwa dirinya berharap agar kemampuan me-retweet pesan dengan satu tombol akan "mengangkat suara dari komunitas yang kurang terwakili" dan bukan untuk perang pendapat. Fitur Retweet memang disalahkan atas penyebaran intimidasi, kebencian, dan berita palsu, menurut laporan tersebut.

Sebelumnya pengguna hanya dapat me-retweet pesan dengan menyalin teks, mengetik 'RT' dan nama asli penulis. Namun hal ini banyak meredam keinginan pengguna untuk menulis ulang tweet pengguna lainnya.

Pendiri Twitter Jack Dorsey mengakui bahwa jejaring sosial memang mendorong orang untuk mempublikasikan "kemarahan."

Image: © Denys Prykhodov - Shutterstock.com