Ponsel BM Merugikan Negara Rp2,8 triliun

Kholid Rafsanjani - 15 Juli 2019 - 20:36
Ponsel BM Merugikan Negara Rp2,8 triliun
Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai ponsel Black Market (BM) berpotensi merugikan negara sebanyak Rp 2,8 triliun per tahun.

(CCM) — APSI mencatat sebanyak 45 juta sampai 50 juta unit ponsel terjual di Indonesia setiap tahun. Sekitar 20 persen dari total ponsel yang dijual merupakan unit ilegal atau ponsel BM. Ponsel ini dijual ke pasar tanpa melakukan pembayaran pajak, Indonesia kehilangan potensi pemasukan dari pajak penjualan ponsel.

Hasan Aula, Ketua APSI, mengatakan asumsi kerugian itu berdasarkan rata-rata harga ponsel Rp2,5 juta per unit. "Total pajak yang hilang sekitar Rp2,8 triliun per tahun," kata Aula seperti dilansir CNN Indonesia.

Laporan itu juga menyebut Pemerintah Indonesia dapat melacak keberadaan ponsel ilegal melalui penerapan aturan pendaftaran IMEI, atau nomor seri unik yang ada di setiap ponsel. Oleh karena itu tiga kementerian di Indonesia, saat ini sedang merumuskan regulasi mengenai pendaftaran IMEI, untuk mengurangi penjualan ponsel BM.

Janu Suryanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika di Kementerian Perindustrian, mengatakan validasi IMEI ini juga dapat mengurangi persaingan dagang antara industri ponsel, yang tidak sehat. Di samping itu, registrasi IMEI juga dikatakan dapat menekan pencurian ponsel.

"Pemerintah secara cermat akan membuat regulasi terkait SIRINA (regulasi validasi IMEI) agar bisa berjalan dengan baik," jelas Suryanto.

Image: © Maxx-Studio- Shutterstock.com