Telegram Salahkan China Untuk Serangan Cyber

Annelis Putri - 14 Juni 2019 - 15:28
Telegram Salahkan China Untuk Serangan Cyber
Telegram menjadi target serangan DDoS pada awal minggu ini.

(CCM) — Telegram tiarap selama sekitar satu jam pada sebuah serangan cyber. Pendiri Telegram, Pavel Durov mengarahkan jarinya ke RRT. Durov mengatakan bahwa sumber alamat IP serangan berasal dari warga Tiongkok, menurut laporan BBC.

Seorang pria yang diyakini sebagai administrator grup Telegram dilaporkan telah ditangkap di Hong Kong karena konspirasi untuk melakukan gangguan publik, BBC menambahkan.

Pengguna Telegram dapat membuat grup hingga 200.000 orang untuk bertukar pesan, atau saluran yang dapat disiarkan ke pemirsa dengan jumlah yang tidak terbatas. Karena semua komunikasi dienkripsi, semua pesan, dokumen, gambar, dan video yang dikirim di Telegram sangat sulit atau tidak mungkin untuk disadap dan dilihat, oleh pihak keamanan. Sama seperti Telegram, layanan perpesanan instan lain termasuk WhatsApp juga mengenkripsi lalu lintas percakapan pengguna yang melewati jaringan mereka.

Namun begitu, asal usul serangan sebenarnya sulit dilacak karena mungkin saja peretas di negara lain memanfaatkan komputer di China dengan malware dan memerintahkan komputer tersebut untuk meluncurkan serangan ke Telegram.

Image: © Twin Design - Shutterstock.com