Grab Menjaring Pengembang AI di Asia Tenggara

Kholid Rafsanjani - 11 Juni 2019 - 21:19
Grab Menjaring Pengembang AI di Asia Tenggara
Grab semakin serius dalam implementasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara.

(CCM) — Grab mencari sumber daya baru untuk membuat tim khusus pengembang teknologi AI, untuk mengatasi sejumlah masalah yang dihadapi mulai dari kemacetan sampai keamanan penumpang.

Wui Ngiap Foo, Head of AI Initiatives Grab, mengatakan langkah tersebut akan berguna untuk mengolah data set yang cukup besar di Asia Tenggara. Ia yakin teknologi tersebut dapat mengembangkan ekosistem Grab, di sejumlah negara operasinya. "Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengikuti misi ini dengan tujuan membangun Asia Tenggara," kata Foo seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Foo yakin bahwa saat ini Grab tengah menghadapi sejumlah masalah, yang sanggup diatasi dengan bantuan teknologi AI. Berbagai masalah tersebut berupa kemacetan, waktu tunggu pemesanan transportasi online, dan risiko kecelakaan dalam perjalanan.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Grab siap merekrut 50 orang peserta terbaik dalam program ini, untuk mendapat pekerjaan penuh. Pemenang utama dalam program inisiasi AI ini, juga akan mendapat hadiah senilai SGD 10 ribu atau sekitar Rp104 juta.

"AI dapat menemukan cara terbaru untuk mengubah kehidupan jutaan orang di Asia Tenggara menjadi lebih baik. Karena itu, kami berinvestasi dalam jumlah besar untuk data science, machine learning, dan kapabilitas AI milik kami," jelas Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, dalam laporan yang sama.

Image: © Grab.