Iklan Politik Akan Diblokir di Medsos

Kholid Rafsanjani - 28 Maret 2019 - 08:06
Iklan Politik Akan Diblokir di Medsos
Kominfo akan memblokir konten iklan politik di media sosial menjelang masa tenang Pemilu di Indonesia.

(CCM) — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melarang konten iklan politik menjelang masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia, serta akan memberi sanksi bagi media sosial (medsos) yang mengabaikan aturan ini.

Semuel Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, mengatakan medsos yang mengabaikan aturan ini akan diblokir. "Kalau media sosial itu kami akan berikan sanksi administrasi paling tinggi berupa penutupan. Kalau pembiaran terjadi masif kami akan tutup," jelas Pangerapan seperti dilansir CNN Indonesia.

Selain itu Kominfo juga telah meminta platform medsos di Indonesia lebih berhati-hati dalam menyeleksi konten iklan. Alasannya, konten iklan politik biasanya menyaru dalam iklan produk tertentu. "Kalau kesalahan ada di pemasang iklan, misalnya bilang iklan sabun tapi malah iklan politik, kami akan kejar dia," kata Pangerapan.

Pangerapan memprediksi, konten iklan politik akan semakin ramai menjelang masa tenang Pemilu tahun ini. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia telah mengumpulkan sejumlah pihak terkait regulasi ini termasuk Google, Twitter, Facebook, Bigo Live, dll.

Image: © I AM NIKOM - Shutterstock.com