Driver Ojek Online Tolak Kenaikan Tarif

Kholid Rafsanjani - 14 Februari 2019 - 20:14
Driver Ojek Online Tolak Kenaikan Tarif
Sebuah penelitian menyebut bahwa 71,12 persen driver atau pengemudi ojek online menolak kenaikan tarif batas bawah menjadi Rp 3.100 per kilometer dari pemerintah.

(CCM) — Socio-Economic Development (Rised), mengungkapkan bahwa kenaikan tarif bawah transportasi online di Indonesia akan mengurangi jumlah pesanan yang diterima pengemudi. Hal ini diungkapkan dalam riset yang dirilis Rised dan melibatkan 2.001 konsumen ojek online di 17 kota di Indonesia.

Rumayya Batubara, Ketua Tim Peneliti Rised, mengatakan rencana pemerintah dalam menaikkan tarif bawah transportasi online justru tidak menguntungkan pengemudi. "Akan ada kemungkinan driver yang awalnya ingin mendapatkan tambahan tarif, malah kehilangan konsumen," jelas Batubara seperti dilansir CNN Indonesia.

Rised menjelaskan bahwa 74 persen konsumen riset mengaku tarif ojek online saat ini sudah sesuai,Sementara itu 48,13 persen konsumen menerima penambahan biaya di bawah Rp5 ribu per hari, sedangkan 22,99 persen tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikuti kenaikan tarif ojek online.

Oleh karena itu, Batubara menjelaskan bahwa penyedia layanan akan kehilangan pelanggan. Alasannya, pelanggan diperkirakan beralih ke kendaraan pribadi atau transportasi publik. Dalam laporan Rised, 8,85 persen responden tidak pernah lagi menggunakan kendaraan pribadi setelah menjadi pelanggan ojek online, sementara 72,52 persen masih menggunakan kendaraan pribadi minimal seminggu sekali.

Image: © nukeaf - Shutterstock.com