Internet Murah, Pendapatan Operator Rugi

Kholid Rafsanjani - 18 Januari 2019 - 21:12
Internet Murah, Pendapatan Operator Rugi
Pendapatan perusahaan penyedia internet semakin kecil, karena tarif internet di Indonesia dinilai terlalu murah.

(CCM) — Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) menilai harga internet di Indonesia semakin murah dan cepat, sehingga membuat pendapatan penyedia jasa internet sangat kecil. Hal ini disampaikan Kristiono, Ketua Umum Mastel, seperti dilansir CNN Indonesia.

Mastel mencatat tarif tiap kilobyte (KB) internet di Indonesia adalah Rp1 pada 2010, sementara pada 2018 menurun jadi Rp0,015 per KB. Harga ini masih turun sebesar 40% pada 2019 menurut Mastel. "Belum lagi dibebani operator masih memberikan layanan aplikasi seperti YouTube, iFlix, dsb." kata Kristiono. "Ini tidak wajar. Ini harus dibenarkan, kalau tidak, hancur semua," imbuhnya.

Selain itu, Kristiono menjelaskan bahwa kapitalisasi perusahaan penyedia internet kalah agresif dibandingkan dengan layanan berbasis internet. "Ini masalah, karena 4 perusahaan telekomunikasi kalah pertumbuhannya dan kapitalisasinya, dengan perusahaan yang ‘menumpang’ pada telekomunikasi seperti GO-JEK, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia," jelasnya.

Oleh karena itu, Mastel berharap bahwa Pemerintah Indonesia bisa mengatur biaya tarif atas-bawah internet di Indonesia. Di samping itu, pemerintah juga bisa mengurangi beban Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang selama ini ditanggung oleh penyedia jasa internet.

Image: © Shutterstock.com