Grab Didenda Rp2,9 Miliar di Vietnam

Kholid Rafsanjani - 3 Januari 2019 - 21:55
Grab Didenda Rp2,9 Miliar di Vietnam
Pengadilan Vietnam menjatuhkan denda sebesar Rp2,9 miliar kepada Grab karena membuat perusahaan taksi lokal rugi.

(CCM) — Platform penyedia transportasi lokal Grab asal Indonesia, dijatuhi denda oleh Pengadilan Vietnam karena membuat perusahaan taksi lokal Vinasun di Vietnam rugi US$1,8 juta atau sekitar Rp25,9 miliar.

Vinasun mengeluarkan gugatan sejak Mei 2018 lalu. Perusahaan ini mengklaim penurunan pendapatan disebabkan Grab yang melebarkan bisnisnya di Vietnam, menurut laporan IDN Financials. "Media lokal mewartakan, aktivitas Grab menyebabkan kerugian bagi Vinasun," jelas laporan tersebut.

Meskipun demikian, tidak Vinasun dan Pengadilan Vietnam tidak memaparkan bukti yang menyatakan bahwa Grab mengakibatkan kompetitornya rugi. Jerry Lim, Pimpinan Grab di Vietnam, mengatakan keputusan tersebut Vietnam menunjukkan buruknya kinerja Pengadialan Vietnam dalam menangani perkara persaingan bisnis. "Sangat menyedihkan bahwa taktik Vinasun yang antikompetitif justru berhasil," ungkap Lim.

Terkait putusan pengadilan, Grab berencana mengajukan banding terhadap gugatan Viasun. "Jika tuduhan tanpa dasar itu tidak dicabut oleh Vinasun," imbuh Lim. Pada awal tahun lalu, Komisi Persaingan Bisnis dan Pengawasan Konsumen Singapura mendenda Grab, atas akuisisi terhadap Uber senilai $9,5 juta atau sekitar Rp136 miliar, karena dianggap "merugikan persaingan bisnis di Singapura."

Image: © Grab.