Bolt Hentikan Layanan 4G di Indonesia

Kholid Rafsanjani - 2 Januari 2019 - 08:03
Bolt Hentikan Layanan 4G di Indonesia
Bolt telah menghentikan layanan internet 4G nirkabel dan memberikan ganti rugi untuk pengguna.

(CCM) — Perusahaan pemegang bisnis internet nirkabel Bolt gagal membayar biaya sewa jaringan 4G di Indonesia. Salah satu layanan internet terbesar di Indonesia ini, akhirnya terpaksa dihentikan izin operasionalnya oleh Pemerintah Indonesia.

Dalam waktu sebulan mendatang, Bolt mengaku akan memberi ganti rugi berupa pengembalian sisa pulsa dan kuota internet. Menurut keterangan resmi Bolt, layanan ganti rugi untuk pengguna akan dibuka di 28 gerai Bolt Zone di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Medang.

"Proses pengembalian sudah bisa dilakukan mulai Senin, 31 Desember 2018," tulis Bolt dalam keterangan resminya. Selain itu, Bolt memberi penawaran untuk pengguna yang berada dalam jangkauan internet First Media.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mencabut izin penggunaan frekuensi radio 2,3 Ghz yang digunakan Bolt di Indonesia sejak 28 Desember 2018. "Pengakhiran itu akan berdampak terhadap pelanggan yang tidak dapat lagi menggunakan layanan telekomunikasi PT Internux (Bolt)," kata Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya Postel Kementerian Komunikasi dan Informasi, dalam laporan Tempo.

Sementara itu, Bolt menjelaskan bahwa pihak perusahaan siap menerima keputusan tersebut. Selain itu, Bolt berjanji akan memenuhi hak semua pelanggan. "Bolt tetap mengutamakan kepentingan dan pemenuhan hak pelanggan setianya."

Image: © Sashkin - Shutterstock.com

Lihat Juga