Twitter Batasi API Aplikasi Pihak Ketiga

Kholid Rafsanjani - 20 Agustus 2018 - 18:03
Twitter Batasi API Aplikasi Pihak Ketiga
Twitter telah menghentikan dukungan API key dan beberapa fitur yang digunakan aplikasi pihak ketiga.

(CCM) — Twitter telah membatasi beberapa fitur utamanya untuk pada aplikasi pihak ketiga. Kebijakan ini akan dirasakan aplikasi pihak ketiga seperti seperti Tweetbot, Twitterrific, Talon, dan Tweeting. Berbagai layanan tersebut, saat ini sudah tidak dapat mengakses antarmuka pemrograman aplikasi (API) Twitter, yang memungkinkan mereka untuk menggunakan fitur Push Notification dan pembaruan tab lini masa pengguna secara otomatis.


Twitter mulai mengumumkan kebijakan tersebut melaui blog resminya oleh Rob Johnson, salah satu Direktur Senior Twitter.

Beberapa fitur terbaru Twitter seperti Explore, Polling, Bookmark, Periscope, dan fitur untuk mengontrol umpan balik Twitter, belum pernah ditawarkan oleh layanan pihak ketiga. Hal ini disebabkan Twitter tidak mengizinkan pengembang layanan pihak ketiga mengakses API untuk berbagai fitur tersebut. Sementara itu, langkah Twitter mengakhiri dukungan API untuk fitur Push Notification dan Auto-refresh, kemungkinan juga menjadi akhir berakhirnya peluang aplikasi pihak ketiga.

Selain itu, Twiiter juga telah menghentikan dukungan Twitter untuk Apple Watch, Twitter untuk Mac, dan Twitter untuk Windows. Ketiga platform tersebut telah diganti oleh Twitter versi situs web diklaim lebih progresif.

"Kami rasa pengalaman Twitter terbaik yang dapat kami berikan hari ini adalah melalui aplikasi Twitter untuk iOS dan Android, serta versi situs web dan mobile twitter.com," ungkap Johnson dalam blog resmi Twitter.

Jauh hari sebelumnya, Twitter telah memperingatkan para pengembang aplikasi pihak ketiga, agar tidak menjiplak antarmuka layanan Twitter. Twitter rupanya mengambil tindakan tegas setelah melayangkan peringatan. Sementara itu, Twitter masih terus berinvestasi di Tweetdeck, platform desktop untuk kalangan profesional yang telah diakuisisi 2011 lalu dengan nilai $40 juta.

Image: © GongTo - Shutterstock.com