Berbagai Risiko Peminjam Uang Online

Kholid Rafsanjani - 23 Juli 2018 - 21:48
Berbagai Risiko Peminjam Uang Online
Pengguna layanan pinjam uang online diminta berhati-hati dalam membagikan data karena rentan disalahgunakan.

(CCM) – Pertumbuhan industri financial technology lending berpotensi menyalahgunakan data pribadi pengguna. Hal ini disampaikan Alfons Tanuwijaya, seorang pakar kemanan internet di Vaksin.com, seperti dilansir CNN Indonesia. Apalagi, kata Tanuwijaya, jika layanan tersebut meminta izin akses daftar kontak di ponsel pengguna. "Lah ini aplikasi pinjaman meminta akses ke kontak, digunakan sebagai alat untuk menagih cicilan macet dan mempermalukan peminjam macet ke kontak-kontaknya," jelasnya. Ia juga pernah menerima keluhan dari pengguna layanan pinjam uang secara online, yang mengancam akan menyebarkan foto pribadi pengguna jika tidak melunasi tagihan hutang.


Menurut laporan CNN Indonesia, aplikasi penyedia pinjaman uang online di Indonesia cenderung mempermudah proses pencairan dana pinjaman. Beberapa dari layanan berbasis aplikasi mobile meminta akses ke daftar kontak di ponsel, akses pesan SMS, daftar panggilan, dan bahkan akses untuk membaca memori penyimpanan internal ponsel.

Sejauh ini, regulasi di Indonesia memang belum mengatur persoalan privasi data pengguna untuk platform financial technology lending. Pemerintah Indonesia hanya mengatur izin penyelenggaraan jasa keuangan melalui badan bernama Otoritas Jasa Keuangan. Meskipun demikian, bisnis financial technology di Indonesia memang sudah tumbuh pesat sejak sekitar dua tahun lalu.

Image: © Anton Watman - Shutterstock.com