Eropa Dakwa Praktik Anti Persaingan Google

Annelis Putri - 20 Juli 2018 - 17:17
Eropa Dakwa Praktik Anti Persaingan Google
Komisi Eropa mendakwa Google Android melakukan praktek anti persaingan.

(CCM) — Google didenda $5 miliar oleh Komisi Eropa (EC) karena caranya dalam menawarkan pelayanan sistem operasi Android, menurut laporan BBC.


Komisi Eropa percaya bahwa Google melakukan praktek anti persaingan karena mewajibkan pengguna perangkat Android untuk menginstal terlebih dahulu browser Chrome dan mengatur Google sebagai mesin telusur otomatis jika ingin perangkat mereka memiliki akses ke toko aplikasi Google Play. Selain itu Google juga disebut telah mencegah pembuat smartphone dalam menjual perangkat dengan sistem operasi saingan berbasis Android. Google juga memberikan insentif finansial kepada pembuat smartphone dan jaringan seluler untuk menjadikan Google satu-satunya opsi pencarian prainstal.

Dalam pembelaannya, Google mengatakan bahwa tidak ada produsen yang wajib melakukan prainstal aplikasi seluler Google dan mengatakan bahwa Google Search dan Play Store berfungsi bersama untuk menawarkan layanannya secara gratis. Google mengambil potongan dari setiap transaksi yang dilakukan di Play Store.

"Dengan melakukan pendekatan yang diinginkan komisi ... berarti lebih sedikit inovasi, lebih sedikit pilihan, lebih sedikit kompetisi, dan harga lebih tinggi," jelas Kepala Urusan Global Google dalam laporan tersebut.

Google telah diberi waktu 90 hari untuk mengubah praktek bisnisnya, atau berisiko didenda lebih lanjut sebesar 5% dari omzet global hariannya. Dikatakan bahwa Google akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Pada 2017, Komisi Eropa memerintahkan Google untuk membayar denda $2,8 miliar atas layanan perbandingan belanja. Kasus tersebut juga telah masuk ke pengadilan banding dan sepertinya tidak akan selesai selama bertahun-tahun.

Image: © Google.