AI dari IBM Berdebat dengan Manusia

Annelis Putri - 21 Juni 2018 - 18:06
AI dari IBM Berdebat dengan Manusia
Project Debater dapat menyampaikan argumen dengan substansi yang lebih besar daripada kebanyakan manusia.

(CCM) — IBM telah menunjukkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence, yang dapat mendengarkan manusia dan membantah argumen mereka dalam perdebatan.


Project Debater ditunjukkan di San Francisco dalam perdebatannya dengan Noa Ovadia, juara debat nasional 2016 Israel. Mereka membahas apakah harus ada eksplorasi ruang angkasa yang lebih didanai oleh publik, sebaiknya dana tersebut harus diinvestasikan dalam teknologi telemedicine. Sistem AI tersebut memang mampu mengambil dan memilah informasi dari bank data informasi, yang disediakan oleh peneliti IBM, menurut laporan BBC.

Ketika Ovadia berpendapat bahwa ada hal yang lebih penting dari pada menghabiskan uang rakyat untuk eksplorasi ruang angkasa, Project Debater membantah. "Sangat mudah untuk mengatakan bahwa ada hal lain yang lebih penting dan aku tidak membantah hal tersebut. Namun tidak ada yang mengklaim, bahwa hal tersebut merupakan satu-satunya poin pada daftar belanja. Justru itu, eksplorasi ruang angkasa akan jelas menguntungkan masyarakat. Saya mempertahankan pendapat bahwa hal ini adalah sesuatu yang harus dikejar oleh pemerintah."

Mereka yang menyaksikan perdebatan berpendapat bahwa manusia menyampaikan argumen dengan lebih baik, namun Project Debater menawarkan substansi yang lebih besar dalam argumennya, menurut laporan tersebut. Di masa depan, AI seperti Project Debater dapat digunakan untuk menyajikan argumen yang koheren untuk dan terhadap suatu topik. Sehingga manusia dapat membuat keputusan yang lebih substansif, serta tidak bias.

Image: © Daniel Kaesler - Shutterstock.com