Peluang GO-JEK Saingi Grab di Asia

Kholid Rafsanjani - 29 Mei 2018 - 16:57

Peluang GO-JEK Saingi Grab di Asia

GO-JEK dianggap masih memiliki peluang ekspansi bisnis di Asia Tenggara, meksipun harus berhadapan dengan Grab.

(CCM) — GO-JEK berencana memperluas jangkauan bisnisnya ke empat negara lain di luar Indonesia, seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina. Meskipun Grab, rival bisnis GO-JEK, telah lebih dulu menjangkau bisnis transportasi online ke delapan negara di Asia Tenggara. Sementara itu, pendanaan yang akan digunakan GO-JEK untuk ekspansi bisnisnya diperkirakan mencapai Rp7,1 triliun, menurut laporan CNN Indonesia. Heru Sutadi, Pengamat di Indonesia Information and Communication Technology mengatakan GO-JEK masih punya peluang bersaing di luar Indonesia. "GO-JEK dinilai punya potensi untuk bersaing di negara lain," ujar Heru.



Di samping itu, GO-JEK dianggap perlu menyesuaikan produknya dengan regulasi dan kebiasaan lokal di setiap negara. Oleh karena itu, menurut Heru GO-JEK membutuhkan, "tim yang tahu pasar dan kondisi di negara Asia Tenggara selain Indonesia."

Meski demikian, proses ekspansi bisnis GO-JEK ke luar Indonesia juga masih memiliki risiko. Misalnya risiko yang dialami oleh Uber ketika masuk ke Indonesia. "Potensi gagal juga bisa, seperti Uber masuk Indonesia gagal karena perlu penyesuaian dengan aturan lokal," jelas Heru. Tidak hanya di Indonesia, Uber juga meninggalkan operasionalnya di Asia Tenggara.

Image: © nukeaf - Shutterstock.com