Facebook Belum Atasi Ujaran Kebencian

Kholid Rafsanjani - 18 Mei 2018 - 12:12
Facebook Belum Atasi Ujaran Kebencian
Facebook mengumumkan telah menutup ratusan juta akun palsu dan konten spam yang menyalahi standar komunitas.

(CCM) — Facebook merilis laporan transparansi mengenai penutupan akun palsu dan konten berbahaya. Platform media sosial yang didirikan Mark Zuckerberg ini, mencatat ada 583 juta akun palsu yang ditutup dan 837 juta kiriman spam yang dihapus, selama kuartal pertama 2018. Langkah ini merupakan bentuk transparansi yang dilakukan Facebook untuk pertama kalinya, menurut laporan Kompas. "Ini adalah awal dari perjalanan dan bukan akhir dari perjalanan," ujar Richard Allan, Wakli Presiden Kebijakan Publik Facebook untuk Eropa. "Kami mencoba untuk menjadi seterbuka mungkin," imbuhnya dalam laporan tersebut.


Selain itu, Facebook juga mengaku telah memoderasi 2,5 juta yang dinilai menyebar ujaran kebencian, 1,9 juta konten propaganda teroris, 2,4 juta konten kekerasan, dan 21 juta konten bermuatan seksual. Media sosial terbesar di Indonesia ini, mengaku telah meningkatkan program pembersihan konten selama 18 bulan belakangan. "Baik dengan memberi peringatan pada konten yang ditengarai melanggar, atau menghapus konten tersebut secara langsung," kata Guy Rosen, Vice President Product & Management Facebook.

Sampai saat ini, Facebook menggunakan mesin pemfilter konten pelanggar standar komunitas. Facebook mengklaim algoritma sistem filter yang digunakan, telah berhasil mengidentifikasi konten spam dan propaganda terorisme sampai 100 persen. Sementara itu, sistem ini hanya dapat memindai akun palsu dengan akurasi 99 persen, konten seksual dengan akurasi 96 persen, konten kekerasan dengan akurasi 86 persen, dan ujaran kebencian dengan akurasi 38 persen.

Image: © weedezign - Shutterstock.com