Pendiri WhatsApp Mengajak Hapus Facebook

Kholid Rafsanjani - 22 Maret 2018 - 13:29

Pendiri WhatsApp Mengajak Hapus Facebook

Skandal Cambridge Analytics mungkin membawa dampak yang sangat buruk bagi masa depan Facebook.

(CCM) — Pendiri WhatsApp telah menyatakan ajakan kepada pengguna internet untuk berhenti menggunakan Facebook, karena skandal Cambridge Analytics yang telah menyebar luas.



Brian Acton, yang menjual layanan perpesanan instan WhatsApp kepada Facebook pada 2014 dengan nominal hampir $20 juta, mengatakan pada 25.000 pengikutnya di Twitter, "Ini adalah waktunya menghapus Facebook. #DeleteFacebook."

Cambridge Analytica diduga mengambil data pribadi milik 50 juta pengguna Facebook, melalui kuis bertema kepribadian yang disebut This Is Your Digital Life. Meski hanya 270.000 pengguna yang yakin telah mengikuti kuis tersebut, namun hal ini menunjukkan bahwa sangat banyak data pribadi pengguna diambil, tanpa meminta persetujuan dari puluhan juta pengguna lain, yang berteman dengan peserta kuis tersebut. Baru-baru ini, BBC melaporkan bahwa Alexander Nix, Chief Executive Cambridge Analytica telah diberhentikan.

Cambridge Analytica juga diduga menggunakan data pribadi pengguna untuk mengirim pesan berisi dukungan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump selama masa pemilu 2016.

Akademisi yang membuat konten kuis untuk Cambridge Analytica mengatakan tidak tahu bahwa program tersebut melanggar kebijakan Facebook. Facebook juga telah memblokir Cambridge Analytica, dan menyangkal adanya pencurian data pengguna. "Para pengguna tahu bahwa mereka memberi informasi pribadi mereka, tidak ada sistem yang disusupi, dan tidak ada kata sandi atau potongan informasi pribadi yang dicuri atau diretas," ujar Facebook pekan kemarin.

Image: © Lukasz Stefanski - Shutterstock.com