Teknologi AI Rawan Kejahatan

AnnelisCCM - 26 Februari 2018 - 07:02

Teknologi AI Rawan Kejahatan

Artificial intelligence adalah alat ampuh yang gampang dieksploitasi oleh penjahat, menurut sebuah laporan.

(CCM) — Artificial intelligence dapat dimanfaatkan oleh penjahat, teroris, dan bahkan sebuah negara yang menyeleweng, untuk merubah pesawat drone menjadi rudal, menghasilkan video palsu untuk mempengaruhi pemilihan umum, dan membuat alat hacking otomatis yang bisa mencuri data dalam hitungan detik, menurut sebuah laporan Malicious Use of Artificial Intelligence atau "Penggunaan AI yang Melenceng". Laporan ini dikerjakan oleh beberapa akademisi, lembaga sipil, dan pakar di bidang industri teknologi.



Dalam lima tahun ke depan, pesawat tak berawak atau drone dapat dilatih dengan perangkat lunak pengenal wajah untuk mencari dan memukul individu tertentu, peretas juga bisa meniru identitas orang (seperti CEO sebuah perusahaan) dengan mensintesis suaranya. Selain itu, teknologi seperti AlphaGo, Go-Playing AI dari Google, juga dapat digunakan untuk menemukan kerentanan dalam perangkat lunak, yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh hacker.

Skenario lain yang diprediksikan oleh para penulis adalah AI dapat menyebabkan kendaraan self-driving mengalami kecelakaan dan dapat mengarahkan ribuan drone mikro dari jarak jauh.

"Kami percaya kemungkinan serangan yang menggunakan teknologi AI cenderung efektif, ditargetkan secara tepat, dengan sistem yang sulit dikenali, dan cenderung mengeksploitasi kerentanan pada sistem AI," jelas para pakar dalam laporan tersebut.

Mereka merekomendasikan agar desainer AI berbuat lebih banyak untuk mencegah teknologi tersebut disalahgunakan. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah mempertimbangkan undang-undang baru untuk menindak kejahatan berbasis AI.

Image: © Jakub Jirsak - Shutterstock.com