Media Sosial Gay Diblokir di Indonesia

Kholid Rafsanjani - 30 Januari 2018 - 21:50
Media Sosial Gay Diblokir di Indonesia
Google Play Store telah menghapus aplikasi Blued untuk pengguna di Indonesia karena dianggap bermuatan negatif.

(CCM) — Permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memblokir Blued telah mendapat jawaban dari Google. Sejak Minggu kemarin, platform media sosial untuk kalangan gay atau homoseksual yang cukup populer tersebut, tidak dapat diakses lagi oleh pengguna Google Play Store Indonesia. Kemkominfo juga telah memblokir akses menuju situs web resmi Blued. "Kami kirim ke Google dan sekitar dua hari telah di-takedown kemarin," ujar Noor Iza, Plt Kabiro Humas Kemkominfo seperti dilansir CNN Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Kemkominfo telah menelusuri pengaduan pengguna internet terhadap 169 situs web yang mengandung konten asusila.


Meski demikian, aplikasi Blued masih muncul di pencarian App Store untuk pengguna iOS di Indonesia. Selain itu, Google Play Store tidak menghapus aplikasi yang serupa dengan Blued. Beberapa aplikasi media sosial untuk kelompok homoseksual yang masih muncul di pencarian Google Play Store adalah Grindr, Hornet, dan SCRUFF. Menanggapi hal ini, Kemkominfo mengaku jika penyedia aplikasi seperti App Store seharusnya juga telah memblokir aplikasi Blued. "Sistem operasi kan ada dua, ya. Harusnya App Store pun sudah dikirimi surat," jelas Iza.

Sejak akhir September 2016 lalu, Kemkominfo baru memblokir tiga DNS dari aplikasi LGBT untuk pengguna di Indonesia. Angka tersebut bertambah saat Kemkominfo memblokir 5 DNS lagi dari layanan Blued pada Oktober tahun lalu.

Image: © iStock.