GO-JEK Mendominasi Transaksi Nontunai

Kholid Rafsanjani - 26 Desember 2017 - 18:51

GO-JEK Mendominasi Transaksi Nontunai

GO-JEK mengklaim layanan GO-PAY telah menguasai 30 persen transaksi nontunai di Indonesia selama Oktober kemarin.

(CCM) — GO-JEK adalah satu dari beragam startup dan industri digital, yang berperan dalam kampanye transaksi nontunai melalui uang elektronik di Indonesia. GO-JEK menyebut dompet digital GO-PAY miliknya berhasil menyumbang cukup banyak transaksi nontunai di seluruh Indonesia, seperti dalam sebuah pengumuman resmi. "GO-JEK telah menjadi perusahaan fintech yang paling aktif mendukung Gerakan Nontunai Nasional di Indonesia," jelas GO-JEK dalam pengumuman tersebut. Meski demikian, GO-JEK tidak menjelaskan berapa nilai transaksi nontunai yang ditangani layanan GO-PAY. GO-JEK hanya menyebut bahwa layanan GO-PAY telah menangani pengiriman uang sebanyak Rp570 juta selama November kemarin.



Nadiem Makarim, CEO GO-JEK mengatakan bahwa dompet digital GO-PAY akan terus tumbuh besar di Indonesia. "Tidak hanya untuk GO-JEK, tetapi juga untuk ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Sampai saat ini Bank Indonesia sebagai bank sentral, telah memberi izin 26 perusahaan untuk menggunakan uang elektronik sebagai metode pembayaran. Beberapa perusahaan tersebut adalah platform layanan digital seperti GO-JEK, Grab, serta layanan toko online seperti Tokopedia dan Bukalapak. Pada Oktober kemarin, volume transaksi uang elektronik telah lebih dari 600 juta transaksi, dengan perkiraan sebesar Rp8,7 triliun.

Image: © nukeaf – Shutterstock.com