Menteri Keuangan Anggap Bitcoin Berisiko

Kholid Rafsanjani - 7 Desember 2017 - 22:31

Menteri Keuangan Anggap Bitcoin Berisiko

Menteri Keuangan mengingatkan agar berhati-hati jika berinvestasi dengan Bitcoin karena berisiko tinggi.

(CCM) — Nilai mata uang virtual Bitcoin terus meroket dalam sepekan terakhir. Hari ini nilainya bahkan telah menembus $16.000 atau sekitar Rp215 juta per satu Bitcoin, padahal sebulan lalu nilainya masih berada di kisaran $7.000 atau sekitar Rp94 juta. Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan semua orang agar tidak memilih Bitcoin sebagai tujuan investasi. "Bagi rakyat Indonesia yang nampaknya sering dimunculkan karena menunjukkan harganya makin tinggi ini, dilirik sebagai salah satu bentuk investasi," kata Sri Mulyani seperti dilansir Detik. Ia juga menganggap tingginya fluktuasi harga Bitcoin justru berbahaya untuk dijadikan investasi. "Kita tidak berharap terjadinya suatu spekulasi atau bubble yang menimbulkan kerugian."



Sri Mulyani tidak menjelaskan lebih lanjut apakah Bitcoin nantinya akan diterima sebagai alat pembayaran di Indonesia. Ia hanya menyebut bahwa keberadaan Bitcoin di Indonesia bergantung pada regulasi Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, menilai Bitcoin sebagai inovasi yang tidak dapat dihindari. Ia optimis bahwa mata uang virtual yang dibuat Satoshi Nakamoto pada 2009 ini, dapat menjadi mata uang baru di Indonesia. "Saya sangat mendukung karena ini merupakan sebuah inovasi," ujar Lembong.

Image: © vonDUCK – Shutterstock.com