Keamanan Siber di Indonesia Masih Lemah

Kholid Rafsanjani - 6 Desember 2017 - 22:09

Keamanan Siber di Indonesia Masih Lemah

Tingkat kepedulian terhadap keamanan siber di Indonesia berada di peringkat 70 di dunia, menurut sebuah riset.

(CCM) — Meski jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat, namun kesadaran pengguna internet terhadap keamanan dunia digital masih rendah. Hal ini mendapat tanggapan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dalam acara Cyber Security Indonesia 2017 hari ini di Jakarta. Padahal kesadaran tersebut dapat dilakukan melalui hal sederhana, kata Rudiantara seperti dilansir CNN Indonesia. "Contoh, ini kan teman-teman ada yang pakai Gmail, Yahoo. Kapan terakhir ganti password?" Ia juga menyatakan bahwa kebanyakan pengguna internet di Indonesia belum memiliki budaya cyber security.



Merujuk data Indeks Security yang dirilis Internasional Telecommunication Union (ITU), Rudiantara menganggap Indonesia masih perlu mengejar banyak hal di bidang keamanan siber. Sementara itu Singapura, Malaysia, dan Australia telah menempati peringkat atas sebagai negara Asia Pasifik yang memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan siber, menurut data tersebut.

Rudiantara meminta perusahaan digital di Indonesia agar memperkuat keamanan data-data pelanggannya. Selain itu, pengguna internet di Indonesia juga diminta lebih sering mengganti kata sandi akun email dan ATM. Rudiantara menganggap dua langkah tersebut dapat mengurangi celah keamanan siber sebesar 50 persen. "Jadi kalau kita rutin mengganti password akun email kita, apalagi akun email yang umum seperti Gmail Yahoo dan perusahaan, itu setengah atau 50 persen kemungkinan kita terhindar dari security breach."

Image: © MaximP – Shutterstock.com