Rencana Ekspansi GO-JEK Tahun 2018

AnnelisCCM - 3 Desember 2017 - 22:48

Rencana Ekspansi GO-JEK Tahun 2018

Setelah fokus pada pasar lokal, GO-JEK dikabarkan akan mulai ekspansi ke negara lain. Selain itu, GO-PAY juga akan keluar dari aplikasi GO-JEK.

Jakarta (CCM) —  Nadiem Makarim, CEO GO-JEK, mengumumkan bahwa fitur GO-PAY akan segera keluar dari aplikasi GO-JEK. Saat ini, dompet pembayaran digital milik GO-JEK tersebut telah banyak dipakai oleh pengguna untuk membayar semua layanan yang tersedia dalam aplikasi GO-JEK. "Dalam 3—6 bulan ke depan, GO-PAY akan keluar dari aplikasi GO-JEK. Dia akan bisa digunakan untuk pembayaran online maupun offline," ungkap Nadiem dalam konferensi The Global Mobile Internet Conference (GMIC) Indonesia 2017, seperti dilansir CNN Indonesia.



Setelah GO-PAY dipisahkan dari aplikasi GO-JEK, dompet elektronik tersebut akan dapat dipakai untuk membayar layanan pihak ketiga lain selain GO-JEK, seperti e-commerce, situs online, ataupun toko-toko offline di Indonesia. Saat ini berbagai bank dan e-commerce di Indonesia telah menggandeng GO-PAY.

Memang, dalam kurun waktu yang sangat cepat, GO-PAY telah menjadi dompet pembayaran digital terbesar di Indonesia. Ketika dikunjungi tim CCM di kantor GO-JEK di Jakarta, Piotr Jakubowski, CMO GO-JEK, juga mengungkapkan bahwa GO-PAY memang merupakan salah satu aplikasi cashless pilihan masyarakat Indonesia, saat masih banyak layanan lain yang menggunakan transaksi secara tunai. Saat ini sekitar 300.000 mitra GO-JEK menjual saldo GO-PAY untuk pengguna GO-JEK.

Hal tersebut memang membuktikan bahwa GO-PAY merupakan langkah besar dari GO-JEK dalam merevolusi dunia finansial di Indonesia. GO-PAY berhasil meraup pengguna yang tidak pernah atau jarang menggunakan transaksi perbankan, dengan langsung melibatkan mereka dalam ekonomi digital.

Unicorn kebanggaan Indonesia ini kabarnya juga berniat untuk mengembangkan bisnisnya ke tiga atau empat negara lain di ASEAN. Dengan catatan, negara yang memiliki banyak populasi penduduk dan masih banyak menggunakan uang tunai untuk transaksi sehari-hari. Saat ini saja GO-JEK telah menguasai pangsa pasar Indonesia, yang populasinya telah mencapai hampir setengah dari penduduk Asia Tenggara. Tentunya ekspansi GO-JEK ke negara lain merupakan langkah besar dalam dinamika startup regional.

Untuk mengukuhkan posisi GO-PAY, pihak GO-JEK dikabarkan akan segera mengakuisisi Midtrans, startup perantara pembayaran untuk berbagai platform e-commerce seperti Matahari Mall, Tokopedia, Bukalapak, Cottonink, Bro.do, Garuda Indonesia, dll. Ketika ditanya oleh tim CCM mengenai hal tersebut dan rencana ekspansi GO-JEK, pihak GO-JEK sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar apapun saat ini.

Image: © Annelis Putri - CCM.net