Kata.ai, Startup Ahli AI di Indonesia

AnnelisCCM - 22 November 2017 - 19:41

Kata.ai, Startup Ahli AI di Indonesia

CEO Kata.ai bicara langsung pada tim CCM mengenai peran dan perjalanan Kata.ai dalam mengembangkan AI di Indonesia.

Jakarta (CCM) —  Meski terhitung baru, startup Indonesia Kata.Ai yang baru didirikan pada Oktober 2016 ini sudah menjadi startup terunggul di Indonesia dan Asia Tenggara, dalam menawarkan layanan platform chatbot berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Startup asal Indonesia yang didirikan oleh Irzan Raditya ini bahkan telah mendapat pendanaan seri A, sebesar $3,5 juta pada Agustus lalu.



Rencananya pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan Natural Language Processing atau NLP, teknologi andalan Kata.ai dalam menyediakan solusi AI. Selain itu, Kata.ai juga berencana memperluas jangkauan pengguna ke luar Indonesia, terutama negara-negara di kawasan Asia, ungkap Irzan santai, ketika dikunjungi tim CCM di kantornya daerah Kemang, Jakarta Selatan.

Pada 2012 lalu, ketika aplikasi mobile sedang sangat populer, Irzan baru saja menyelesaikan studi Computer Science di HTW Berlin. Irzan kemudian memutuskan untuk bekerja sebagai pengembang aplikasi android di Rocket Internet Berlin. Kurang dari satu tahun, Irzan memutuskan untuk berganti pekerjaan ke Takeaway.com sebagai Head of Mobile Product, untuk mengembangkan berbagai aplikasi di Eropa. Sejak kecil, Irzan memang mengaku sudah terbiasa dengan dunia teknologi dan inovasi. Ia juga sudah akrab dengan dunia bisnis sejak muda, dengan membuat clothing line, social fashion app, dan bahkan rumah diaspora Indonesia.

Sebelum mendirikan Kata.ai, Irzan pernah merintis YessBoss, layanan penyedia asisten personal virtual pada 2015. Platform Bussiness to Consumer (B2C) itu menawarkan layanan asisten kepada konsumen, untuk memesan tiket, mengirim barang, mencari tempat pertemuan, dll. Dari belakang layar, tim YessBoss bekerja sama untuk membantu berbagai kebutuhan konsumen, layaknya asisten pribadi.

Ketika menjalankan YessBoss, Irzan banyak belajar dan melihat peluang pasar digital yang sebenarnya. Ia mulai melihat bahwa teknologi AI dapat menjadi asisten cerdas, serta menggantikan manusia sebagai asisten personal di masa depan. Sejak saat itu, Irzan mulai beralih mengembangkan sistem AI dan mendirikan Kata.ai.

Menurut bos muda yang masih berumur 28 tahun ini, Kata.ai masih memfokuskan penawarannya kepada perusahaan dan brand, yang ingin mengembangkan platform perpesanan instan berbasis teknologi AI. "Setiap perusahaan dapat mengembangkan messaging system atau chatbot, di mana konsumen mereka dapat mengajukan pertanyaan atau berbagai permintaan," ungkap Irzan. Tidak hanya itu saja, solusi atau jawaban konsumen akan ditangani dengan teknologi AI yang dikembangkan langsung oleh Kata.ai. Irzan juga meyakini bahwa sistem AI dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih baik, melalui berbagai analisis data yang kompleks, serta dapat menghemat waktu.

Ketika ditanya mengenai ambisi Kata.ai, Irzan mengatakan bahwa Kata.ai ingin dapat membantu lebih banyak perusahaan dalam mengembangkan sistem AI. "Saat ini, Kata.ai memiliki beberapa klien besar seperti Unilever, Accenture, dan Telkomsel," ujar Irzan. "Telkomsel sendiri memiliki 160 juta pelanggan dan di antara pelanggan tersebut, 4,6 juta penggunanya menggunakan chatbot yang dikembangkan oleh Kata.ai," imbuhnya. Asisten cerdas Telkomsel yang dikembangkan oleh Kata.ai dapat melayani sampai 40 jenis permintaan pengguna, misalnya permintaan untuk membeli pulsa, mengecek kuota internet, mencari gerai Telkomsel terdekat, dll.

Saat ini, Kata.ai juga memiliki tim riset dan pengembangan di Sillicon Valley. Kata.ai juga akan meluncurkan chatbot dalam beragam bahasa asing, selain bahasa Inggris, pada 2018 mendatang.

Image: © Annelis Putri - CCM.net