Bad Rabbit, Ransomware Setelah WannaCry

AnnelisCCM - 27 Oktober 2017 - 15:52

Bad Rabbit, Ransomware Setelah WannaCry

Sebuah ransomware baru saat ini sedang menyerbu Rusia, Ukraina, dan Turki, sebelum menuju Eropa Timur.

(CCM) — Ransomware jenis terbaru yang disebut Bad Rabbit sedang banyak menyerang dan menginfeksi komputer milik perusahaan di Jerman, Turki, Rusia, dan Ukraina, menurut laporan BBC. Perangkat lunak ini bekerja dengan cara yang sama dengan ransomware WannaCry dan ransomware Petya yang menyebabkan banyak kerusakan di seluruh dunia awal tahun ini.



"Di beberapa perusahaan, banyak kegiatan yang telah dilumpuhkan, karena server dan workstation yang telah dienkripsi," ungkap Ilya Sachkov, kepala perusahaan keamanan cyber Group-IB's, kepada kantor berita TASS, menurut laporan BBC.

Bad Rabbit bahkan telah menyerang bandara dan sistem kereta bawah tanah di Kiev, ibukota Ukraina.

Ransomware ini mengenkripsi data pada komputer yang terinfeksi, sehingga tidak dapat diakses. Sebagai gantinya, peretas menuntut uang tebusan dalam bentuk Bitcoin, untuk mendekripsi data. Namun, karena nilai Bitcoin telah meroket dari sekitar $200 pada tahun 2015 menjadi hampir $6000 pada hari ini, para peretas yang bertanggung jawab atas Bad Rabbit hanya menuntut 0,05 Bitcoin (sekitar $280).

Tim Computer Emergency Readiness Team (CERT) di Amerika merekomendasikan agar perusahaan tidak membayar uang tebusan kepada peretas ransomware, karena "hal tersebut tidak menjamin bahwa akses akan dipulihkan."

Image: © Yuriy Vlasenko - Shutterstock.com