Impor Ponsel di Indonesia Turun Drastis

Kholid Rafsanjani - 17 Oktober 2017 - 15:31

Impor Ponsel di Indonesia Turun Drastis

Pembelanjaan komponen dan produk ponsel dari luar negeri dianggap turun berkat aturan TKDN.

(CCM) — Nilai belanja komponen dan perangkat ponsel impor di Indonesia menurun hingga $2,5 miliar lebih. Hal ini dipengaruhi oleh aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang mulai diterapkan pada pertengahan 2015, menurut Ismail Ahmadi, Dirjen SDPPI Kemkominfo seperti dilansir Detik. "Belanja ponsel kita menurun drastis dari USD 3,5 miliar turun menjadi di bawah USD 1 miliar," ungkap Ahmadi.



Ahmadi juga mengakui bahwa Indonesia cukup terlambat dalam menerapkan regulasi TKDN. Aturan ini mewajibkan semua vendor perangkat ponsel untuk menggunakan 30% komponen dari Indonesia. Pada awal Januari tahun ini, persentase komponen dinaikkan menjadi 40%.

Regulasi TKDN di Indonesa juga mendorong vendor besar seperti Xiaomi, OPPO, Lenovo, dan Apple untuk membangun pabrik di Indonesia, serta menjalin kerja sama dengan mitra lokal dalam distribusi produk. "Kita itu terlambat menerapkan TKDN. Saat menerapkan TKDN, baru ada manfaatnya, sudah ada hasilnya," imbuh Ahmadi. Belakangan ini HMD Global, perusahaan induk Nokia juga telah bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk merakit ponsel Nokia di Indonesia.

Image: © Max-Studio – Shutterstcok.com