Peluang Startup Memasuki Pasar Saham

Kholid Rafsanjani - 6 Oktober 2017 - 21:50

Peluang Startup Memasuki Pasar Saham

Perusahaan rintisan atau startup dan industri kreatif akan dipermudah untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia.

(CCM) — Pelaku bisnis startup dan industri kreatif akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memasuki pasar modal atau go public. Hal tersebut dijanjikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri iDEAFest 2017 di Jakarta hari ini, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Ia mengaku saat ini pihaknya sedang mengupayakan perubahan regulasi terkait pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. "Kami salah satunya membahas bagaimana menciptakan bursa saham, sebagai tempat orang bisa segera mendapatkan sumber modal tanpa proses panjang," kata Mulyani.



Selain persoalan modal, Mulyani juga akan terus memudahkan proses perizinan bisnis startup di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengaku bisnis startup di Indonesia telah dipermudah.

Bursa Efek Indonesia sebetulnya telah membuka peluang bagi pelaku bisnis startup untuk masuk ke pasar saham. Hal ini terbukti dengan masuknya Kioson, sebagai startup pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Startup yang bergerak di bidang jasa online-to-offline (O2O) itu melepas 150 juta saham publik atau sekitar 23,07 persen dari total modal yang disetor penuh.

Image: © MaxxiGo – Shutterstock.com