Empat Uang Elektronik Lokal Dibekukan

Kholid Rafsanjani - 6 Oktober 2017 - 00:27

Empat Uang Elektronik Lokal Dibekukan

Beberapa layanan uang elektronik yang beroperasi di Indonesia dihentikan secara sementara oleh Bank Indonesia (BI).

(CCM) — Pengguna layanan uang elektronik seperti TokoCash, ShopeePay, BukaDompet, dan PayTren sementara ini tidak dapat melakukan isi ulang (topup). Alasannya, keempat layanan uang elektronik tersebut belum mengantongi izin dari BI sebagai bank sentral. "Tetapi keempatnya itu sudah mengajukan izin ke BI," kata Siti Hidayati, Kepala Divisi Perizinan Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI seperti dilansir Katadata. Izin layanan uang elektronik ini bersifat wajib, jika floating fund atau nilai peredaran uangnya mencapai 1 miliar rupiah.



Selain itu, Hidayati juga menambahkan bahwa layanan uang elektronik di Indonesia harus menggunakan sistem open loop. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk memakai uang elektronik mereka di berbagai tempat, atau tidak tertutup untuk satu layanan saja. Misalnya dengan satu uang elektronik, pengguna dapat membayar tagihan telepon sampai membeli tiket pesawat. "Pokoknya selama uang itu bisa dipakai berbelanja di pihak lain, itu ikut aturan BI," imbuh Hidayati.

Sampai saat ini, BI masih mencatat ada 26 layanan uang elektronik yang telah memiliki izin. Beberapa di antaranya adalah GoPay milik platform Go-Jek, TCASH milik Telkomsel, dan T-Money milik Telkom Indonesia.

Image: © gpointstudio – Shutterstock.com