Go-Jek Akan Masuki Pasar Asia Tenggara

Kholid Rafsanjani - 3 Oktober 2017 - 17:27

Go-Jek Akan Masuki Pasar Asia Tenggara

Go-Jek dikabarkan sedang bersiap mengembangkan layanan ke beberapa negara di Asia Tenggara selain Indonesia.

(CCM) — Go-Jek akan bersaing lagi dengan Grab dan Uber untuk menjangkau pangsa pasar transportasi online di Asia Tenggara. Menurut Nadiem Makariem, CEO Go-Jek, pihaknya sedang melakukan persiapan untuk membawa layanan Go-Jek ke empat sampai lima negara di Asia Tenggara. Ia belum memastikan negara mana saja yang akan menjadi target bagi Go-Jek, namun pihaknya akan memilih negara-negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara. "Saya pikir kami telah memecahkan model platform yang bekerja di negara berkembang, di mana infrastrukturnya tidak terlalu bagus," kata Makariem seperti dilaporkan CNN Indonesia. Laporan tersebut juga memprediksi Go-Jek akan memilih negara seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina karena memiliki populasi yang cukup banyak seperti Indonesia.



Selain itu, Go-Jek akan memilih negara yang masih terbiasa melakukan transaksi secara tunai. Startegi ini berkaitan dengan sistem pembayaran digital Go-Pay, yang kembangkan Go-Jek di Indonesia. "Ada kemungkinan besar kami akan memanfaatkan seluruh potensi kami," ungkap Makariem. Ia juga menambahkan bahwa Go-Jek kemungkinan akan menawarkan semua layanan yang telah ada, seperti Go-Food, Go-Tix, Go-Car, dll.

Pertengahan Juni kemarin, Go-Jek membuka kantor barunya di Singapura. Meski demikian, kantor tersebut hanya digunakan sebagai pusat riset data.

Image: © nukeaf – Shutterstock.com