Hacker Bajak Riset dan Teknologi Militer

AnnelisCCM - 7 September 2017 - 14:47

Hacker Bajak Riset dan Teknologi Militer

Para hacker menyerang organisasi penelitian di Inggris sebanyak lebih dari seribu kali setiap bulannya.

(CCM) — Hacker menargetkan jaringan universitas di Inggris. Mereka bertujuan ingin mencuri penelitian militer terdepan, serta penelitian terkait teknologi bahan bakar dan baterai, menurut sebuah laporan dari The Times.

Laporan tersebut mengatakan bahwa gerombolan hacker mencoba mencuri penelitian berharga atas permintaan pemerintah asing atau atas inisiatif mereka sendiri, dengan tujuan menjualnya ke pemerintah asing tersebut. Para peretas ini telah menargetkan pencurian penelitian terkait teknologi rudal dan kain siluman yang digunakan untuk membuat jubah transparan atau invisibility cloaks.

Makalah tersebut juga mengungkapkan bahwa lembaga penelitian terkemuka termasuk Universitas Oxford dan Warwick serta Universitas College London telah diretas lebih dari 1.000 kali tahun lalu. Angka tersebut dua kali lipat dari jumlah peretasan yang tercatat dua tahun lalu. Bahkan beberapa organisasi riset teratas lainnya diretas sampai 1.000 kali setiap bulannya.

Bagi pemerintah asing, membajak universitas dan mencuri penelitian seringkali jauh lebih hemat biaya daripada melakukan penelitian secara lokal. "Kekayaan Intelektual membutuhkan penelitian yang bertahun-tahun dan biaya yang banyak," ungkap Carsten Maple, Direktur Keamanan Cyber di Universitas Warwick, kepada The Times.

Image: © iStock.