Bisnis Fintech Diperkirakan Tumbuh Pesat

Kholid Rafsanjani - 7 September 2017 - 13:21

Bisnis Fintech Diperkirakan Tumbuh Pesat

Bisnis Financial Technology (Fintech) dianggap potensial di Indonesia karena dibutuhkan banyak pebisnis digital.

(CCM) — Akselerator startup Plug and Play (PnP) Indonesia menilai bisnis Fintech akan semakin berkembang di Indonesia. Menurut Wesley Hartojo, President Director PnP Indonesia dalam laporan CNN Indonesia, hampir semua platform layanan digital atau berbasis aplikasi akan membutuhkan dukungan Fintech. "Baik untuk gateway pembayaran maupun pinjaman uang secara peer to peer. Jadi potensinya sangat besar," ungkap Hartojo pada Rabu kemarin di Jakarta. Meski keberadaan Fintech tidak sebesar bisnis e-commerce, namun bisnis Fintech akan ikut berkembang di masa mendatang.

Selain itu, PnP Indonesia juga mengamati startup semakin berkembang seperti Go-Jek dan Tokopedia, mulai mengembangkan layanan ke segmen Fintech. Hal itu disebabkan oleh peluang segmen Fintech yang lebih luas daripada e-commerce, menurut Nayoko Wicaksono, Accelerator Director PnP Indonesia. "Potensi Fintech masih banyak di sisi lending (peminjaman), payment (pembayaran), wallet (dompet digital) dan lainnya," jelas Wicaksono. Tidak seperti bisnis e-commerce, yang "lebih ketat persaingannya dan perlu lebih banyak burning cash untuk mengaet jumlah pengguna."

PnP Indonesia juga telah mengenalkan 9 startup baru yang telah mereka bina. Dua di antaranya, Brankas dan DANAdidik, bergerak di bidang Fintech.

Image: © gpointstudio – Shutterstock.com