Kata.ai Dapat Pendanaan Seri A $3.5 Juta

AnnelisCCM - 29 Agustus 2017 - 19:45

Kata.ai Dapat Pendanaan Seri A $3.5 Juta

Kata.ai, startup pengembang chatbot berbasis artificial intelligence asal Indonesia dapat pendanaan $3.5 juta.

(CCM) — Proses pendanaan seri A ini dipimpin oleh Trans-Pacific Technology Fund (TPTF) asal Taiwan, MDI Ventures Telkom Group Indonesia, Access Ventures dari Korea, dan Convergence Ventures. Pendanaan ini juga melibatkan VPG Asia, Red Sails Investment, dan angel investor terkemuka, Eddy Chan. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Barry Lee sebagai kepala TPTF akan bergabung dalam board of directors Kata.ai.



Menurut keterangan resmi Kata.ai, dana ini akan digunakan untuk mengembangkan penelitiannya dalam solusi AI, khususnya dalam teknologi Natural Language Processing (NLP). Kata.ai juga akan memperluas layanan mereka dalam pembuatan platform chatbot tidak hanya di Indonesia, namun di berbagai negara lain di Asia. "Kami sangat gembira dengan pendanaan ini. Dampak aplikasi AI dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat luar biasa. Platform berbasis NLP buatan Kata.ai memungkinkan perusahaan untuk berhubungan langsung dengan pelanggan mereka secara efisien," ungkap Barry Lee. Dengan bantuan dari TPTF, Kata.ai juga akan mendirikan anak perusahaannya di Taiwan untuk melayani pasar lokal. "Meskipun baru di pasar, kami yakin Kata.ai sudah menjadi pemimpin industri NLP di Indonesia," imbuh Lee.

"Indonesia dan Asia Tenggara secara keseluruhan, adalah pasar yang sempurna untuk platform chatbot. Dengan menganalisis perilaku pasar dan tingkat penetrasi perangkat mobile dan penggunaan layanan instant messaging, kawasan ini lebih menjanjikan daripada tempat lain di dunia ini," jelas CEO Kata.ai, Irzan Raditya.

Baru-baru ini, Kata.ai juga bekerja sama dengan Unilever untuk mengembangkan platform chatting antara pelanggan Unilever dengan asisten virtual Unilever bernama Jemma. Konsumen Unilever sekarang dapat mengajukan pertanyaan atau keluhan mengenai berbagai produk Unilever secara langsung melalui platform chatting LINE, yang dikembangkan oleh Kata.ai. Hanya dalam 8 bulan, sekitar 6 juta pelanggan Unilever telah berdiskusi langsung dengan Jemma via LINE.

Image: © Kata.ai