Kartu SIM Mobile Mungkin Akan Dibatasi

Kholid Rafsanjani - 29 Agustus 2017 - 16:17

Kartu SIM Mobile Mungkin Akan Dibatasi

Pemerintah Indonesia berencana membatasi kepemilikan kartu SIM Mobile untuk mengurangi jumlah peredaran kartu SIM.

(CCM) — Pengguna ponsel di Indonesia masih terbiasa memiliki lebih dari satu kartu SIM untuk perangkat mobile mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sedang merencanakan aturan penggunaan kartu SIM. Saat aturan tersebut mulai berlaku, pengguna wajib mendaftarkan kartu SIM menggunakan Nomor Identitas Keluarga (NIK), menurut Agung Hartoyo, Anggota BRTI seperti dilaporkan CNN Indonesia. "Tidak seperti dulu bisa dengan Surat Izin Mengemudi, paspor, KTP, dan paspor," jelas Hartoyo. Selain itu, setiap pengguna masih dapat memiliki lebih dari satu kartu SIM. "Jadi kalau tiga (kartu SIM) itu masih boleh lebih dan harus pakai NIK," imbuh Hartoyo.



Untuk membuat aturan penggunaan kartu SIM, BRTI juga akan bekerja sama dengan lembaga terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Rencana tersebut tentu akan berdampak pada perusahaan penyedia jaringan internet dan seluler di Indonesia. Deva Rachman, Head of Corporate Communication Indosat Ooredo, menganggap aturan tersebut diprediksi memberi dampak positif dan negatif bagi perusahaan telekomunikasi. "Mungkin pembatasan untuk beberapa nomor itu positif untuk kita tahu perilaku pelanggan," kata Rachman.

Image: © igorstevanovic – Shutterstock.com