Qualcomm Rancang Pendeteksi Ponsel Palsu

Kholid Rafsanjani - 15 Agustus 2017 - 21:33

Qualcomm Rancang Pendeteksi Ponsel Palsu

Pendeteksi ini akan melacak peredaran ponsel ilegal di Indonesia hanya dengan menggunakan nomor IMEI ponsel.

(CCM) — Kementerian Perindustrian Indonesia bekerja sama dengan Qualcomm untuk membangun sistem pendeteksi ponsel ilegal. Kerja sama dengan perusahaan teknologi seluler asal Amerika Serikat itu, nantinya bertujuan untuk membuat sistem aplikasi yang dapat melacak keberadaan ponsel ilegal. Proses pelacakan tersebut akan dilakukan lewat pencarian nomor seri ponsel atau IMEI, menurut I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen untuk urusan Elektronika seperti dilaporkan Kompas. "Kan IMEI itu database-nya di GSMA, makanya kita gandeng Qualcomm. Nanti mereka akan bawa sistem pengolahan karena mereka punya akses ke GSMA," kata Suryawirawan. GSMA merupakan asosiasi operator telekomunikasi, yang saat ini memiliki anggota lebih dari 800 dari berbagai negara.



Suryawirawan juga menegaskan bahwa jenis ponsel illegal adalah perangkat ponsel yang memiliki IMEI palsu atau hasil kloning, serta perangkat dari luar negeri yang diselundupkan ke Indonesia. Kementerian Perindustrian mencatat ada sekitar 500 juta IMEI yang telah dikumpulkan sejak 2013, dan akan diperiksa legalitasnya. Karena penggunaan ponsel ilegal di Indonesia menyebabkan kerugian pendapatan negara hingga Rp1 triliun, menurut perkiraan Kementerian Perindustrian.

Meski demikian, Kementerian Perindustrian belum dapat memastikan proses identifikasi ponsel ilegal. Karena mekanisme yang dirancang bersama Qualcomm masih dalam tahap pengembangan, serta akan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Image: © George Dolgikh – Shutterstock.com