AI Deteksi Emosi Manusia Melalui Emoji

AnnelisCCM - 9 Agustus 2017 - 23:21

AI Deteksi Emosi Manusia Melalui Emoji

Dua peneliti MIT telah menemukan algoritma untuk mengidentifikasi sarkasme dengan menganalisis penggunaan emoji.

(CCM) — Teknologi artificial intelligence telah dikembangkan lagi oleh dua peneliti yang menemukan algoritma untuk mengenali sarkasme, hanya dengan memasukkan data penggunaan emoji, menurut laporan BBC. Para peneliti dari The Massachusetts Institute of Technology (MIT) tersebut telah menggunakan DeepMoji, sebuah sistem artificial emotional intelligence dengan menganalisis 1,2 miliar tweet yang berisi setidaknya satu dari 64 emoji yang paling umum digunakan. Kedua peneliti tersebut telah 'mengajarkan' DeepMoji untuk memprediksi emoji yang kemungkinan akan digunakan dalam tweet, dan menganalisis ketika seorang penulis bersikap sarkastik. Manusia sendiri bahkan sering mengalami kesulitan untuk mendeteksi sarkasme, sehingga sebuah teknologi AI yang dapat melakukan analisis emosi manusia, merupakan kemajuan yang sangat mengesankan.



Kemampuan untuk mengidentifikasi sarkasme ini juga memungkinkan sistem AI untuk mendeteksi ucapan atau emosi kebencian. Hal ini tentu saja akan membantu jejaring sosial dalam menemukan konten yang dilarang secara lebih efisien, seperti konten yang mengandung kebencian dan provokasi. Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memperbaiki interaksi antara manusia dan automated bot software, seperti interaksi antara manusia dengan layanan chat bots.

Emoji biasanya digunakan dalam komunikasi internet, seperti tweet dan pesan Snapchat, untuk mengkontekstualisasikan apa yang dikatakan pengguna atau sebagai pengganti intonasi suara atau bahasa tubuh yang biasa digunakan dalam percakapan verbal.

Kedua peneliti MIT ini berencana untuk meluncurkan software AI buatan mereka sebagai open-source, sehingga dapat digunakan oleh peneliti atau pihak lain yang berkepentingan di masa depan.

Image: © iStock.