Blokir Telegram di Indonesia Akan Dibuka

Kholid Rafsanjani - 1 Agustus 2017 - 17:45

Blokir Telegram di Indonesia Akan Dibuka

Layanan instant messeging Telegram dapat digunakan kembali oleh pengguna di Indonesia mulai pekan depan.

(CCM) — Pemerintah akan membuka blokir terhadap Telegram, setelah bertemu dengan Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov hari ini di Jakarta. Menurut laporan CNN Indonesia, Kemkominfo telah membuat kesepakatan dengan Telegram mengenai penanganan konten negatif, seperti terorisme. Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov mengatakan selama satu pekan mendatang, pihaknya bersama Kemkominfo akan menyiapkan langkah normalisasi. "Kami sudah membentuk kanal langsung yang akan membantu tim Kemkominfo melaporkan konten, yang membahayakan publik ke moderator kami," jelas Durov.

Melalui kanal tersebut, akan ada tim moderator berbahasa Indonesia yang bertugas mengelola dan mengawasi konten aduan dari Kemkominfo. Namun Durov menegaskan bahwa komunikasi yang dapat diawasi hanya konten yang berada di kanal publik. Selain itu, Durov juga meminta kerja sama komunitas lokal di Indonesia, agar terlibat dalam pelaporan konten negatif berbau terorisme.

Layanan Telegram sendiri telah memiliki 100 juta pengguna di seluruh dunia, pada 2016. Layanan yang diluncurkan sejak 2014 tersebut, terkenal berkat fitur perpesanan instan terenkripsi yang ditawarkan.

Image: © Yeamake – Shutterstock.com