Kejahatan Cyber Mengincar Online Banking

Kholid Rafsanjani - 20 Juli 2017 - 17:54

Kejahatan Cyber Mengincar Online Banking

Indonesia berada di peringkat lima dalam daftar negara yang paling banyak diserang trojan pencuri data pribadi.

(CCM) — Symantec merilis laporan mengenai ancaman finansial dan keamanan sistem perbankan tahun ini. Perusahaan pembuat program keamanan komputer dan internet itu, menyebut jumlah serangan terhadap lembaga keuangan terus meningkat. Menurut David Rajoo, Direktur System Engineering Symantec seperti dilaporkan CNN Indonesia, motif dari serangan tersebut adalah untuk meraup keuntungan secara ilegal. "Sekitar 38 persen dari seluruh deteksi ancaman keuangan dilancarkan kepada perusahaan, bukan pada konsumennya," ungkap Rajoo. Pihaknya juga mencatat bahwa kebanyakan malware menarget 170 aplikasi di 24 negara, untuk mencuri informasi rahasia milik pengguna.



Symantec juga mencatat semua deteksi trojan dan malware di perangkat ponsel dan komputer, selama setahun terakhir. Perangkat Android disebut paling rentan, dengan jumlah 18,4 juta serangan. "Karena Android memang lebih mudah disusupi oleh malware, jika dibandingkan dengan Apple," jelas Rajoo.

Selain itu, Symantec juga menyebutkan bahwa menurut deteksi, infeksi trojan dan malware yang dilakukan oleh para pencuri data finansial di Indonesia, telah turun sebanyak 36 persen pada 2016. Infeksi yang kebanyakan menarget lembaga keuangan di Indonesia, kini hanya sekitar 4,47 persen.

Image: © Symantec.com