Pemerintah Blokir Telegram di Indonesia

Kholid Rafsanjani - 14 Juli 2017 - 22:45

Pemerintah Blokir Telegram di Indonesia

Kemkominfo memblokir Telegram secara sepihak, karena dianggap menjadi sarang propaganda teroris.

(CCM) — Pemerintah telah meminta perusahaan penyedia layanan internet di Indonesia, untuk memblokir akses jaringan menuju layanan perpesanan instan Telegram mulai hari ini. Saat ini, ada 12 Domain Name System milik Telegram yang diblokir di Indonesia, menurut keterangan resmi Kemkominfo. Pemblokiran Telegram akan dilakukan secara permanen, "apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka," jelas Dirjen Aptika Kemkominfo Semuel A. Pangerapan.



Menanggapi hal tersebut, Pavel Durov, Pendiri dan CEO Telegram menganggap pemblokiran tersebut merupakan hal yang aneh. Melalui akun Twitter-nya, ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah mendapat permintaan atau protes dari pemerintah Indonesia. "Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Durov. Sementara itu, ribuan pengguna internet menandatangani petisi online kepada Kemkominfo agar membatalkan pemblokiran Telegram di Indonesia.

Image: © Denys Prykhodov – Shutterstock.com