Ponsel Black Market Rentan Ancaman Cyber

Kholid Rafsanjani - 29 Maret 2017 - 21:13

Ponsel Black Market Rentan Ancaman Cyber

Perangkat ponsel Black Market (BM) rawan terhadap serangan malware dan ancaman cyber, menurut sebuah riset.

(CCM) — Meski terkenal dengan harga yang lebih murah, ponsel BM rupanya sangat rawan terhadap serangan cyber. Selain tidak memiliki garansi resmi, komponen ponsel BM biasanya telah dimodifikasi oleh pihak ketiga. Hal tersebut disampaikan oleh Pratama Persadha, Pakar Keamanan Cyber di lembaga riset CISSReC. Menurut Persadha, saat ini juga banyak beredar smartphone 4G versi BM dengan sistem operasi Android. "Kita tahu Android ini sistem yang terbuka. Jadi siapapun sebenarnya bisa memodifikasi OS bawaan dengan berbagai macam tujuan," kata Persadha seperti dilaporkan Detik.com. Sehingga sistem operasi yang dimodifikasi berakibat pada kinerja perangkat atau munculnya malware berupa spam iklan.

Menurut Persadha, dampak terburuk bagi pengguna ponsel BM adalah pencurian data. Terutama pengguna yang sering menggunakan layanan internet banking atau transaksi keuangan lainnya lewat ponsel. Hal tersebut, menurut Persadha, karena ponsel BM yang beredar hanya dilengkapi dengan sistem operasi yang tidak resmi. "Jelas ini memperbesar kemungkinan data kita dicuri," tambah Persadha.

Selain itu, Persadha juga menyebut bahwa pemerintah harus membuat langkah tegas. Karena peredaran ponsel BM dapat berdampak buruk bagi konsumen di Indonesia. "Ponsel BM ini juga membuat negara kehilangan pajak cukup besar," jelas Persadha.

Image: © Maxx Studio - Shutterstock.com