Tantangan BlackBerry dan Nokia di Indonesia

Kholid Rafsanjani - 10 Maret 2017 - 16:36

Tantangan BlackBerry dan Nokia di Indonesia

BlackBerry dan Nokia harus bersaing dengan vendor smartphone asal RRT untuk masuk kembali ke pasar Indonesia.

(CCM) — HMD Global baru meluncurkan smartphone Nokia 3310 di Mobile World Congress (MWC) 2017 pekan kemarin. Meski HMD Global belum memastikan kapan akan memasarkan Nokia 3310 terbarunya di Indonesia, namun pihaknya sedang menyiapkan agensi di Indonesia. Tidak lama kemudian, BlackBerry merilis smartphone Aurora yang dipasarkan khusus pengguna di Indonesia pekan ini. Peluncuran produk baru dari dua vendor ponsel yang pernah menguasai pasar Indonesia ini, diprediksi memiliki tantangan besar untuk kembali bersaing di Indonesia, menurut perusahaan data internasional IDC.



Menurut Rizky Febrian, Associate Market Analyst IDC Indonesia, baik Nokia 3310 dan BlackBerry Aurora memang sudah dilengkapi fitur dan teknologi yang mencukupi. "Namun mereka ditempatkan pada rentang harga yang sudah dipenuhi oleh vendor-vendor asal RRT," jelas Febrian seperti dilaporkan Kompas. Febrian juga menambahkan bahwa penentuan harga saja tidak cukup untuk membawa Nokia dan BlackBerry kembali populer di Indonesia. Tetapi Nokia dan BlackBerry setiaknya perlu menawarkan keunggulan fitur yang populer, misalnya seperti kamera selfie berkualitas tinggi.

Selain harga jual dan kecanggihan fitur, tantangan Nokia dan BlackBerry adalah regulasi TKDN untuk vendor ponsel yang menjual produknya di Indonesia. Kemudian untuk bersaing dengan vendor ponsel asal RRT seperti Vivo, Xiaomi, dan OPPO, maka BlackBerry dan Nokia perlu serius dalam strategi pemasaran, kata Febrian.

Image: © BlackBerry / Nokia - CCM