Satu Akun Sosmed untuk Setiap Pengguna

CCM Indonesia - 22 Pebruari 2017 - 05:23

Satu Akun Sosmed untuk Setiap Pengguna

Pemerintah ingin tiap pengguna sosmed hanya punya satu akun. Pemerintah juga ingin berlakukan sertifikat digital.

(CCM) — Setelah pertemuan pihak Kominfo dengan pihak Twitter terkait pemberantasan hoax di Indonesia, Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Semuel Abrijani, menyatakan bahwa Twitter harus bertindak lebih cepat dalam pemberantasan konten yang tak pantas, dan menginginkan agar pihak Twitter mampu menangani berita palsu dalam 24 jam, seperti dilansir oleh viva.co.id. Dalam pemberantasan hoax, Kominfo juga mempererat kerja sama dengan beberapa pemain OTT atau Over The Top, seperti Facebook dan Line.

Sementara itu, pemerintah sendiri ingin menerapkan sistem seperti one man one vote bagi setiap pengguna sosmed atau media sosial. Hal ini berarti setiap pengguna sosmed hanya dapat memiliki satu akun. Menurutnya, sistem satu pengguna satu akun, dapat membantu pemerintah dalam menangani pelaku penyebar hoax di Indonesia. Disamping hal tersebut, dirinya juga menyatakan harapannya agar setiap pengguna, baik pribadi maupun sebagai sebuah entitas, dapat memiliki sertifikat digital. Menurutnya, sertifikat digital ini akan membuat pengguna dapat lebih dipercaya di dunia maya, serta dapat memudahkan pengguna dalam membuat akun di internet. Namun begitu, dirinya mengingatkan bahwa peraturan satu akun satu pengguna dan pemberlakuan sertifikat digital adalah dua hal yang berbeda.

Image: © Bornfree - Shutterstock.com

Update terbaru pada 22 Pebruari 2017 pukul 05:23, oleh CCM Indonesia.