Karyawan Google Protes Kebijakan Imigrasi AS

CCM Indonesia - 1 Pebruari 2017 - 18:07

Karyawan Google Protes Kebijakan Imigrasi AS

Ribuan karyawan Google protes menentang perintah Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan imigrasi .

(CCM) — Sekitar seribu karyawan Alphabet Inc., perusahaan induk Google, melakukan aksi protes di beberapa kota untuk menentang perintah Presiden Donald Trump terkait pembatasan imigrasi dari tujuh negara Islam. Perintah ini sangat menentang nilai Google karena CEO Sundar Pichai, dan co-founder Google, Sergey Brin, juga merupakan mantan imigran. Sekitar 187 karyawan Google, juga merupakan pemegang visa, dan bukan berasal dari AS. Pichai juga melayangkan surat kepada karyawannya yang berada di luar negeri, dan meminta mereka untuk segera kembali.

Dalam pidato singkatnya, Ia berkata, "Kami sangat bersedih terkait peraturan ini dan segala proposisi yang dapat membatasi gerak Google dan keluarga karyawan Google. Hal ini juga menjadi hambatan dalam membawa orang-orang yang memiliki bakat dan talenta ke AS."

Brin juga berbicara tentang pengalamannya beremigrasi ke Amerika Serikat, Ia mengatakan, "Kami menghabiskan dua jam pagi ini berbicara tentang hal ini. Banyak pekerjaan besar yang masih harus dilakukan." Beberapa karyawan Google yang terkena dampak perintah Trump ini juga bergabung dalam pertemuan untuk membantu rekan-rekan mereka. Dalam pertemuan tersebut, beberapa karyawan Google berbicara tentang kekhawatiran mereka dan hal yang dapat mereka lakukan terkait kebijakan imigrasi. Raksasa internet ini juga telah menyiapkan dana sebesar $4 juta untuk imigran, setengah dari dana tersebut berasal dari kantung karyawan Google sendiri.

Image: © Benny Marty - Shutterstock.com

Update terbaru pada 1 Pebruari 2017 pukul 18:07, oleh CCM Indonesia.