Serangan Siber Incar Layanan Open Source

Kholid Rafsanjani - 26 Januari 2017 - 22:33

Serangan Siber Incar Layanan Open Source

Layanan open source dan industri financial technology (fintech) diprediksi menjadi target serangan siber tahun ini.

(CCM) — Pertumbuhan industri fintech yang bertulang punggung pada infrastruktur teknologi, diperkirakan akan menjadi daya tarik bagi hacker atau peretas. Menurut prediksi Global Research and Analysis Team (GReAT), targetnya bukan hanya industri fintech, tetapi juga layanan berbasis open source yang semakin berkembang. Menurut Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia, layanan open source lebih rentan diserang karena siapa saja dapat meng-upload dan men-download kode sumber layanan. "Karena pengguna sukarela mengunduh aplikasi apa saja tanpa melakukan kroscek dulu, misalnya saja PlayStore," kata Dony seperti dilansir CNN Indonesia.

Layanan open source memang sebagian besar diberikan kepada pengguna secara gratis. Tetapi ada pula layanan yang mengharuskan pengguna membayar. Karena itu, Dony menyarankan agar pengguna berhati-hati dan sebaiknya menggunakan layanan open source yang berbayar. Selain itu pengguna dapat menggunakan platform tertutup seperti iOS agar lebih aman, kata Dony. "Kalau open source yang berbayar masih terhitung aman karena tetap ada pengecekan terhadap data pengunduh," jelas Dony.

Image: © welcomia - Shutterstock.com