Twitter Perangi Penyalahgunaan Tweet

Kholid Rafsanjani - 16 November 2016 - 20:20

Twitter Perangi Penyalahgunaan Tweet

Twitter tambahkan fitur 'mute' dan kembangkan langkah untuk melawan penyalahgunaan online.

(CCM) — Twitter mengumumkan kebijakan terbarunya, untuk mengatasi masalah penyalahgunaan dan pesan kebencian di media sosial. Perusahaan terpaksa mengambil tindakan karena masalah tersebut mengancam keberadaan Twitter. Jika penyalahgunaan dan propaganda kebencian tidak diatasi, maka banyak orang akan berhenti menggunakan layanan. Twitter menawarkan fitur "Mute", agar pengguna dapat menyembunyikan tweet dari akun yang tidak ingin mereka lihat. Kini, fitur tersebut telah dikembangkan. Pengguna dapat menyembunyikan kata kunci, frasa, dan percakapan tertentu yang tidak ingin dilihat pengguna. Ini juga dapat membantu pengguna agar tidak terlibat dalam percakapan atau "mention" dari pengguna lain. Fitur ini akan diterapkan Twitter beberapa hari mendatang.

Twitter juga meningkatkan fitur "Report", untuk pengguna yang inin melaporkan konten terlarang (seperti komentar rasis atau seksis). Sehingga Twitter dapat memproses pengaduan konten dari pengguna, kata Twitter berjanji. Pada waktu yang sama, Twitter juga telah melatih tim dukungan/bantuan, untuk mengoptimalkan laporan pengaduan penyalahgunaan konten. Tetapi Twitter mengaku bahwa kebijakan ini tidak akan mengatasi masalah penyalahgunaan konten secara langsung. "Tidak ada satu langkah dari kami yang dapat mengatasinya. Tentu saja, kami akan meningkatkan Twitter dari semua yang kami awasi dan pelajari dengan sungguh-sungguh," kata Twitter.

Image: © Castleski - Shutterstock.com